My friens

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

My friens

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

My editing

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

My Friens

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

My editing

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Normatif. Show all posts
Showing posts with label Normatif. Show all posts

Monday, September 9, 2013

CONDITIONAL SENTENCE (BHS. INGGRIS)

CONDITIONAL SENTENCE
.
Conditional sentence is the sentence which presupposes the assumption of a desire, hopes, plans and others that:
· Still could happen (possible)
· Not fulfilled / fantasy (unreal / probable) and
· Not materialize (imposible)
There are three conditional sentence namely:
· Type I: Future conditionals that express a desire, hope, or plan that still CAN HAPPEN / when we are thinking about possibilities.
Rumus
IF + S + V1, S + will +V1
Example :
If I pass the exam I will continue to university
Faktanya :
Maybe I pass the exam, if I study hard.
I may well pass the exam if I studied hard.
· 

    Type II: Present conditional, stating a desire, hope or unfulfilled plans / fantasies (unreal) or when we imagine a situation.
Formula
IF + S + V2, S + would + V1
Example:
If I passed the exam, I would continue to university
Fact:
I do not pass the exam now.
I do not pass the exam right now so I do not go to university.
Note:
In type II “were” is used for all subjects
Example:
If I were you, I would continue to university (but I am not you).
Type II, contrary to the facts now.
   

· Type III: Past conditionals that express a wish, hope or plan that does not happen (imposible) or when we imagine a situation based on the facts in the past.
Formula
IF + S + had + V3, S + would have + V3
Example:
If I had passed the exam, I would have continued to university
Facts:
I did not pass the exam then.
(I did not pass the time, so I did not go to university)
Note:
For type III is often shaped inversion (reversal of position).
2 subject verb and not use the IF.
Example:
Had I passed the exam, I would have continued to university.
PATTERN:
Type I
IF + S + V1, S + will + V1
Type II
IF + S + V2, S + would + V1
Type III
IF + S + had + V3, S + would have + V3

Sunday, September 8, 2013

LISTRIK STATIS (FISIKA)

LISTRIK STATIS

Konsep Dasar Listrik Statis
Listrik statis (electrostatic) membahas muatan listrik yang berada dalam keadaan diam (statis). Listrik statis dapat menjelaskan bagaimana sebuah penggaris yang telah digosok-gosokkan ke rambut dapat menarik potongan-potongan kecil kertas. Gejala tarik menarik antara dua buah benda seperti penggaris plastik dan potongan kecil kertas dapat dijelaskan menggunakan konsep muatan listrik.
Berdasarkan konsep muatan listrik, ada dua macam muatan listrik, yaitu muatan positif dan muatan negatif. Muatan listrik timbul karena adanya elektron yang dapat berpindah dari satu benda ke benda yang lain. Benda yang kekurangan elektron dikatakan bermuatan positif, sedangkan benda yang kelebihan elektron dikatakan bermuatan negatif. Elektron merupakan muatan dasar yang menentukan sifat listrik suatu benda.
Dua buah benda yang memiliki muatan sejenis akan saling tolak menolak ketika didekatkan satu sama lain. Adapun dua buah benda dengan muatan yang berbeda (tidak sejenis) akan saling tarik menarik saat didekatkan satu sama lain. Tarik menarik atau tolak menolak antara dua buah benda bermuatan listrik adalah bentuk dari gaya listrik yang dikenal juga sebagai gaya coulomb.
Gaya Coulomb
Gaya coulomb atau gaya listrik yang timbul antara benda-benda yang bermuatan listrik dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu sebanding besar muatan listrik dari tiap-tiap benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara benda-benda bermuatan listrik tersebut.
gaya coulomb antara dua benda bermuatan listrik
gaya coulomb antara dua benda bermuatan listrik
Jika benda A memiliki muatan q1 dan benda B memiliki muatan q2 dan benda A dan benda B berjarak r satu sama lain, gaya listrik yang timbul di antara kedua muatan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut
listrik01
Dimana
F adalah gaya listrik atau gaya coulomb dalam satuan newton k adalah konstanta kesebandingan yang besarnya 9 x 109 N m2 C–2 muatan q dihitung dalam satuan coulomb (C)
konstanta k juga dapat ditulis dalam bentuk
listrik02
dengan ε0 adalah permitivitas ruang hampa yang besarnya 8,85 x 10–12 C2 N–1 m–2
Gaya listrik merupakan besaran vektor sehingga operasi penjumlahan antara dua gaya atau lebih harus menggunakan konsep vektor, yaitu sesuai dengan arah dari masing-masing gaya. Secara umum, penjumlahan vektor atau resultan dari dua gaya listrik F1 dan F2 adalah sebagai berikut.
  1. untuk dua gaya yang searah maka resultan gaya sama dengan penjumlahan dari kedua gaya tersebut. Adapun, untuk dua gaya yang saling berlawanan, resultan gaya sama dengan selisih dari kedua gaya
(gambar)
R = F1 + F2 dan R = F1F2
2.untuk dua gaya yang saling tegak lurus, besar resultan gayanya adalah
listrik03 (gambar)
3untuk dua gaya yang membentuk sudut θ satu sama lain, resultan gayanya dituliskan sebagai berikut
listrik04
(gambar)
Untuk penjumlahan lebih dari dua gaya, perhitungannya dapat menggunakan metode analitis (lihat pembahasan tentang analisis vektor).

Medan Listrik
Sebuah muatan listrik dikatakan memiliki medan listrik di sekitarnya. Medan listrik adalah daerah di sekitar benda bermuatan listrik yang masih mengalami gaya listrik. Jika muatan lain berada di dalam medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik, muatan tersebut akan mengalami gaya listrik berupa gaya tarik atau gaya tolak.
Arah medan listrik dari suatu benda bermuatan listrik dapat digambarkan menggunakan garis-garis gaya listrik. Sebuah muatan positif memiliki garis gaya listrik dengan arah keluar dari muatan tersebut. Adapun, sebuah muatan negatif memiliki garis gaya listrik dengan arah masuk ke muatan tersebut.
Gambar
Besar medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik dinamakan kuat medan listrik. Jika sebuah muatan uji q’ diletakkan di dalam medan listrik dari sebuah benda bermuatan, kuat medan listrik E benda tersebut adalah besar gaya listrik F yang timbul di antara keduanya dibagi besar muatan uji. Jadi, dituliskan
listrik052dan F = E q’
Adapun kuat medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik q di suatu titik yang berjarak r dari benda tersebut dapat dituliskan sebagai berikut
listrik062Di sini kuat medan listrik dituliskan dalam satuan N/C.
Kuat medan listrik juga merupakan besaran vektor karena memiliki arah, maka penjumlahan antara dua medan listrik atau lebih harus menggunakan penjumlahan vektor. Arah medan listrik dari sebuah muatan positif di suatu titik adalah keluar atau meninggalkan muatan tersebut. Adapun, arah medan listrik dari sebuah muatan negatif di suatu titik adalah masuk atau menuju ke muatan tersebut.
Gambar
Dua plat sejajar yang bermuatan listrik dapat menyimpan energi listrik karena medan listrik timbul di antara dua plat tersebut. Kuat medan listrik di dalam dua plat sejajar yang bermuatan listrik adalah
listrik071Dimana
σ adalah rapat muatan dari plat yang memiliki satuan C/m2
ε0 adalah permitivitas ruang hampa
(gambar)(gambar)
Kita juga dapat menghitung kuat medan listrik dari sebuah bola konduktor berongga yang bermuatan listrik, yaitu sebagai berikut.
Di dalam bola (r < R), E = 0
Di kulit atau di luar rongga (r > R),
listrik081 
Energi Potensial Listrik
Dua buah benda bermuatan listrik yang terletak berdekatan akan mengalami gaya listrik di antara keduanya. Suatu usaha diperlukan untuk memindahkan (atau menggeser) salah satu muatan dari posisinya semula. Karena usaha merupakan perubahan energi, maka besar usaha yang diperlukan sama dengan besar energi yang dikeluarkan. energi dari muatan listrik disebut energi potensial listrik. Besar usaha (W) atau perubahan energi potensial listrik dari sebuah muatan uji q’ yang dipindahkan dari posisi r1 ke posisi r2 adalah
listrik09(gambar)
Dengan demikian, usaha atau energi potensial untuk memindahkan sebuah muatan uji q’ yang berjarak r dari sebuah muatan lain q ke jarak tak berhingga dapat dituliskan sebagai berikut
listrik10Dimana tanda minus berarti usaha yang dilakukan selalu melawan gaya tarik yang ada (biasanya usaha yang dilakukan adalah usaha untuk melawan gaya tarik antara dua muatan).

Potensial Listrik
Suatu muatan uji hanya dapat berpindah dari satu posisi ke posisi lain yang memiliki perbedaan potensial listrik sebagaimana benda jatuh dari tempat yang memiliki perbedaan ketinggian. Besaran yang menyatakan perbedaan potensial listrik adalah beda potensial. Beda potensial dari sebuah muatan uji q’ yang dipindahkan ke jarak tak berhingga dengan usaha W adalah
listrik11Dimana V adalah potensial listrik dengan satuan volt (V).
Beda potensial dari suatu muatan listrik di suatu titik di sekitar muatan tersebut dinyatakan sebagai potensial mutlak atau biasa disebut potensial listrik saja. Potensial listrik dari suatu muatan listrik q di suatu titik berjarak r dari muatan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut
listrik121Dari persamaan di atas tampak bahwa potensial listrik dapat dinyatakan dalam bentuk kuat medan listrik, yaitu
V = E r
Gambar
Berbeda dengan gaya listrik dan kuat medan listrik, potensial listrik merupakan besaran skalar yang tidak memiliki arah. Potensial listrik yang ditimbulkan oleh beberapa muatan sumber dihitung menggunakan penjumlahan aljabar. Untuk n muatan, potensial listriknya dituliskan sebagai berikut.
listrik13Catatan: tanda (+) dan (–) dari muatan perlu diperhitungkan dalam perhitungan potensial listrik.

Monday, September 2, 2013

NATURALISME (SENI BUDAYA)

naturalism

This flow is considered part of the realism that choosing a beautiful object and cradles it, visually exactly as the original object (graphic photo). in the development tends to over-embellish objects

characters: rembrandt, george, cole, john constable, luis avarez catala, william callow

How to Take Money From ATM (BHS. INGGRIS)

How to Take Money From ATM

firs of all Put your ATM card to the ATM machine, secenly Enter your PIN number, next
Select the Transaction You Want To Do, after deat
Enter / select Nominal Money will You Take and press OK / YES, and finally Money Will Exit the ATM machine and you also Take Exit Card

Apresiasi Karya Seni Rupa ( SENI BUDAYA)

Apresiasi Karya Seni Rupa




I. Pengertian Apresiasi
Apresiasi seni ialah suatu proses penghayatan karya seni yang diamati dan penghargaan pada karya seni itu sendiri serta penghargaan pada penciptanya. Dari sudut pandang bahasa, kata apresiasi (appreciation) dengan kata kerja to appreciate, artinya berarti menentukan atau menunjukkan nilai atau menilai, menilai bobot karya, menikmati dan akhirnya menghayati. Secara umum apresiasi dapat diartikan sebagai kesadaran menilai lewat penghayatan suatu karya.
Penghayatan dalam proses apresiasi harus dilakukan secara obyektif (tanpa prasangka). Mutu hasil sebuah apresiasi tergantung dari pengalaman dan intensitas kita dan pergulatan kita di dalam menghayati karya seni di banyak ivent dan ragam karya yang pernah kita lihat. Artinya makin sering kita melihat karya-karya seni (tertentu), maka pengalaman artistik dan estetik kita makin panjang dan wawasan kita makin bertambah, sehingga mutu apresiasi kita juga makin baik.
Oleh karena itu selain cara pandang antara pencipta seni dengan apresiator juga memiliki perbedaan, juga antara apresiator yang satu dengan yang lain juga punya penilaian yang berbeda karena pengalaman dan wawasannya juga berbeda.
II. Unsur-Unsur Apresiasi
Untuk mengapresiasi suatu karya seni rupa, berikut adalah unsur-unsur yang perlu diperhatikan:
·         Gaya
·         Teknik
·         Tema
·         Komposisi
III. Syarat Menjadi Apresiator yang Baik
Agar seseorang dapat menjadi apresiator yang baik, ia harus sadar dalam melakukan penghayatan dan penilaian serta menggunakan aspek logika dalam menentukan nilai suatu karya dengan melalui proses pengamatan-pemahaman-tanggapan-penilaian-dan berakhir pada penghayatan sebuah karya.
Menurut Verbeek, pengamatan tidak hanya menggunakan satu indra saja, melaikan memberdayakan seluruh pribadi, dunia kejiwaan yang terorganisir, pengetahuan, pengalaman, perasaan, keinginan sehingga totalitas penghayatan penuh arti.
IV. Mengapresiasi Karya Seni Rupa
Judul Lukisan: Pengemis (1974)
Pelukis : Affandi Koesoema
Gaya : Ekspresionis
Ukuran: 99 x 129 cm
Media: Cat Minyak di Atas Kanvas / Oil on Canvas
Lukisan Affandi ini menggambarkan seorang pengemis lewat gaya ekspresionisnya. Goresan-goresan abstrak yang mengalir menggambarkan penderitaan dan betapa rentanya pengemis tersebut. Pewarnaan coklat tua pada pengemis menampakkan ekspresi kerasnya kehidupan pengemis. Ditambah warna kuning membuat suasana semakin muram.
Pemilihan objek pengemis pada lukisan Affandi ini mengekspresikan bagaimana kehidupan masyarakat bawah baik dalam keadaan sosial maupun ekonomi. Pengemis yang dalam kehidupan sehari-hari sering direpresentasikan kalangan rendah yang selalu mengandalkan belas kasihan orang lain demi kelangsungan hidupnya digambarkan memiliki kehidupan yang sengsara dan keras.
Namun Affandi juga memberikan corak-corak abstrak di luar objek pengemis yang melukiskan kegiatan orang-orang di sekitar pengemis. Corak dan warna yang kuat membuat lukisan menjadi dinamis dan semakin menekankan suasana kemuraman dan penderitaan pengemis.

Hukum Hess (KIMIA)

HUKUM HESS

Hukum Hess o
Pengukuran perubahan entalpi suatu reaksi kadangkala tidak dapat ditentukan langsung dengan kalorimeter, misalnya penentuan perubahan entalpi pembentukan standar ( Hf o )CO.
Reaksinya : o Reaksi pembakaran karbon tidak mungkin hanya menghasilkan gas CO saja tanpa disertai terbentuknya gas CO2. Jadi, bila dilakukan pengukuran perubahan entalpi dari reaksi tersebut; yang terukur tidak hanya reaksi pembentukan gas CO saja tetapi juga perubahan entalpi dari reaksi pembentukan gas CO2. o Untuk mengatasi hal tersebut, Henry Hess melakukan serangkaian percobaan dan menyimpulkan bahwa perubahan entalpi suatu reaksi merupakan fungsi keadaan. o Artinya : “ perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal ( zat-zat pereaksi ) dan keadaan akhir ( zat-zat hasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung pada jalannya reaksi. “ Pernyataan ini disebut Hukum Hess. o Berdasarkan Hukum Hess, penentuan H dapat dilakukan melalui 3 cara yaitu : 1). Perubahan entalpi ( H ) suatu reaksi dihitung melalui penjumlahan dari perubahan entalpi beberapa reaksi yang berhubungan. Contoh : Reaksi pembakaran gas hidrogen akan menghasilkan air, menurut persamaan reaksi : Reaksi tersebut dapat berlangsung melalui 2 tahap : Jika kedua reaksi tersebut dijumlahkan maka diperoleh : Gambar Siklus Hess : Gambar Diagram Entalpi ( Tingkat Energi ) : Contoh Soal : Diketahui : Tentukan perubahan entalpi ( H ) dari reaksi berikut ini : Jawaban : 2). Perubahan entalpi ( H ) suatu reaksi dihitung berdasarkan selisih entalpi pembentukan ( Hf o ) antara produk dan reaktan. Secara umum, untuk reaksi : Contoh : Diketahui : Hf o metanol [ CH4O( l ) ] = – 238,6 kJ / mol Hf o CO2( g ) = – 393,5 kJ / mol Hf o H2O( l ) = – 286 kJ / mol a). Tentukan entalpi pembakaran metanol membentuk gas CO2 dan air. b). Tentukan jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 8 gram metanol ( Ar.H = 1; C = 12; O = 16 ) Jawaban : Reaksi pembakaran metanol : b). 8 gram CH4O = ( 8 / 32 ) mol = 0,25 mol. Jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 8 gram CH4O adalah = 0,25 mol x 726,9 kJ / mol = 181,725 kJ 3). Perubahan entalpi ( H ) suatu reaksi dihitung berdasarkan data energi ikatan. Energi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan kimia dalam 1 mol suatu molekul / senyawa berwujud gas menjadi atom-atomnya. Lambang energi ikatan = D Energi ikatan rerata pada ikatan rangkap 3 > ikatan rangkap 2 > ikatan tunggal Suatu reaksi yang H–nya ditentukan dengan menggunakan energi ikatan, maka atom-atom yang terlibat dalam reaksi harus berwujud gas. Berdasarkan jenis dan letak atom terhadap atom-atom lain dalam molekulnya, dikenal 3 jenis energi ikatan yaitu : a. Energi Atomisasi. Adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan semua ikatan 1 mol molekul menjadi atom-atom bebas dalam keadaan gas. Energi atomisasi = jumlah seluruh ikatan atom-atom dalam 1 mol senyawa. Contoh : Pada molekul NH3 terdapat 3 ikatan N – H. Sementara itu, energi ikatan N – H = 93 kkal / mol sehingga energi atomisasinya = 3 x 93 kkal / mol = 297 kkal / mol. b. Energi Disosiasi Ikatan. Adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan salah 1 ikatan yang terdapat pada suatu molekul atau senyawa dalam keadaan gas. Contoh : Energi disosiasi untuk melepas 1 atom H dari molekul CH4 = 431 kJ. c. Energi Ikatan Rata-Rata. Adalah energi rerata yang diperlukan untuk memutuskan ikatan atom-atom pada suatu senyawa ( notasinya = D ). Contoh : Dalam molekul CH4 terdapat 4 ikatan C – H . Energi ikatan rerata C – H ( DC-H ) = ( 1668 / 4 ) kJ = 417 kJ Energi ikatan suatu molekul yang berwujud gas dapat ditentukan dari data entalpi pembentukan standar (Hf ) dan energi ikat unsur-unsurnya. Prosesnya melalui 2 tahap yaitu : o Penguraian senyawa menjadi unsur-unsurnya. o Pengubahan unsur menjadi atom gas. Contoh : Diketahui : Hf o CO(g) = – 110,5 kJ / mol Hf o C(g) = 716,7 kJ / mol D O=O = 495 kJ / mol Tentukan energi ikatan C=O dalam gas CO! Jawaban : Reaksinya : Reaksi tersebut dapat dituliskan melalui tahapan : Jadi energi ikat C=O dalam gas CO = 1074,7 kJ / mol. Reaksi kimia pada dasarnya terdiri dari 2 proses : o Pemutusan ikatan pada pereaksi. o Pembentukan ikatan pada produk reaksi. Pada proses pemutusan ikatan = memerlukan energi. Pada proses pembentukan ikatan = membebaskan energi. Contoh : Pada reaksi : Secara umum dirumuskan : Contoh : Diketahui energi ikatan rerata : C – H = 413 kJ / mol Cl – Cl = 242 kJ / mol C – Cl = 328 kJ / mol H – Cl = 431 kJ / mol Hitunglah H reaksi : Jawaban : Pemutusan ikatan : 4 ikatan C – H = 4 x 413 kJ / mol = 1652 kJ / mol 1 ikatan Cl – Cl = 1 x 242 kJ / mol = 242 kJ / mol Pembentukan ikatan : 3 ikatan C – H = 3 x 413 kJ/ mol = 1239 kJ / mol 1 ikatan C – Cl = 1 x 328 kJ / mol = 328 kJ / mol 1 ikatan H – Cl = 1 x 431 kJ / mol = 431 kJ / mol H = ( 1652 + 242 ) – ( 1239 + 328 + 431 ) kJ / mol H = ( 1894 – 1998 ) kJ / mol = – 104 kJ / mol

Friday, August 30, 2013

ETOS KERJA DALAM ISLAM (PENDAIS)

Ethos berasal dari bahasa Yunani yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter serta keyakinan atas sesuatu.
Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat. Ethos dibentuk oleh berbagai kebiasaan, pengaruh, budaya serta sistem nilai yang diyakininya. Dari kata etos ini dikenal pula kata etika yang hamper mendekati pada pengertian akhlak atau nilai-nilai yang berkaitan dengan baik buruk moral sehingga dalam etos tersebut terkandung gairah atau semangat yang amat kuat untuk mengerjakan sesuati secara optimal lebih baik dan bahkan berupaya untuk mencapai kualitas kerja yang sesempurna mungkin.
Dalam al-Qur’an dikenal kata itqon yang berarti proses pekerjaan yang sungguh-sungguh, akurat dan sempurna. (An-Naml : 88). Etos kerja seorang muslim adalah semangat untuk menapaki jalan lurus, dalam hal mengambil keputusan pun, para pemimpin harus memegang amanah terutama para hakim. Hakim berlandaskan pada etos jalan lurus tersebut sebagaimana Dawud ketika ia diminta untuk memutuskan perkara yang adil dan harus didasarkan pada nilai-nilai kebenaran, maka berilah keputusan (hukumlah) di antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjuklah (pimpinlah) kami ke jalan yang lurus (QS. Ash Shaad : 22)
Pengertian Kerja
Kerja dalam pengertian luas adalah semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non-materi, intelektual atau fisik maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniawian atau keakhiratan. Kamus besar bahasa Indonesia susunan WJS Poerdarminta mengemukakan bahwa kerja adalah perbuatan melakukan sesuatu. Pekerjaan adalah sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah.
KH. Toto Tasmara mendefinisikan makan dan bekerja bagi seorang muslim adalah suatu upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan seluruh asset dan zikirnya untuk mengaktualisasikan atau menampakkan arti dirinya sebagai hamba Allah yang menundukkan dunia dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang terbaik atau dengan kata lain dapat juga dikatakan bahwa dengan bekerja manusia memanusiakan dirinya.

ekosistem biotik dan abiotik (IPA)

EKOSISTEM, BIOTIK DAN ABIOTIK
Ekosistem merupakan  hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan. Sedangkan ilmu yang mempelajarai ekosistem adalah ekologi. Ekositem meliputi dua komponen yaitu :
1.      Komponen biotik, meliputi seluruh makhluk hidup di bumi. Misalnya tumbuhan, hewan dan manusia
2.      Komponen abiotik, meliputi semua benda mati. Misalnya: suhu, sinar matahari, air, tanah , kelembaban udara.
Contoh ekosistem : Ekosistem air tawar, ekosistem  hutan, ekosistem pantai dll